Di saat menenggak segelas minuman,...
memandang wajah tampan ini di cermin...
bagai bokong kera,..
merah ranum berseri seri,..
terbaring di atas kasur beralas jerami,...
menatap sekeliling ruang gubuk derita,...
terbayang bagai di hotel california....
tersenyum merekah,..
melihat sampul majalah play boy,..
terbayang kecantikan miyabi,...
di saat itu pula diri merasakan bersamanya....
lama diri ini pun melamun,...
terdengar langkahan kaki menghampiri,,...
wajah terpana akan melihat kecantikannya,...
oh,..benar benar miyabi.....
entah ini mimpi atau nyata,...
lama ku menatapnya,..
tak sadar air liur semakin deras,...
kusapa dia,....
dan dia hanya tersenyum,...
ku pegang dia,....
tamparan balasannya,...
detak jantung semakin kencang,....
dan teriakan melengking masuk ke lubang telingaku,...
alangkah kagetnya diri ini,....
semua hanyalah mimpi.....
miyabi hanyalah lamunan,..
lamunan bodoh di siang hari,....
wanita cantik itu mbk mie ayam sebelah,...
menghampiriku menagih utangku 5 bulan belum terbayar,...
bodohnya diri dan malunya,.....
oh,.....benar benar memalukan,.....
memandang wajah tampan ini di cermin...
bagai bokong kera,..
merah ranum berseri seri,..
terbaring di atas kasur beralas jerami,...
menatap sekeliling ruang gubuk derita,...
terbayang bagai di hotel california....
tersenyum merekah,..
melihat sampul majalah play boy,..
terbayang kecantikan miyabi,...
di saat itu pula diri merasakan bersamanya....
lama diri ini pun melamun,...
terdengar langkahan kaki menghampiri,,...
wajah terpana akan melihat kecantikannya,...
oh,..benar benar miyabi.....
entah ini mimpi atau nyata,...
lama ku menatapnya,..
tak sadar air liur semakin deras,...
kusapa dia,....
dan dia hanya tersenyum,...
ku pegang dia,....
tamparan balasannya,...
detak jantung semakin kencang,....
dan teriakan melengking masuk ke lubang telingaku,...
alangkah kagetnya diri ini,....
semua hanyalah mimpi.....
miyabi hanyalah lamunan,..
lamunan bodoh di siang hari,....
wanita cantik itu mbk mie ayam sebelah,...
menghampiriku menagih utangku 5 bulan belum terbayar,...
bodohnya diri dan malunya,.....
oh,.....benar benar memalukan,.....
Puisi ini dibuat dalam rangka mengikuti lomba yang diadakan http://www.vixxio.com/ dan sang cerpenis bercerita, di postingan yang ini: LOMBA MENULIS PUISI.
Bila terpilih jadi pemenang saya memilih Novel berjudul Lolita (karya Vladimir Nabokov)
Bila terpilih jadi pemenang saya memilih Novel berjudul Lolita (karya Vladimir Nabokov)